RAHASIA PANJANG UMUR YANG JARANG DI KETAHUI KEBANYAKAN ORANG

Posted on

Usia memang berada di tangan Tuhan, tetapi tidak ada salah juga jika kita mengawasi kesehatan supaya tidak diserang banyak penyakit serta memperoleh kehidupan yang berkualitas baik dan Panjang umur.

Akan tetapi, menurut riset baru dari European Society of Cardiology, ada salah satunya rahasia untuk memperoleh Panjang umur, yakni berlibur atau traveling.

Riset ini di adakan di University of Helsinki, Finlandia yang menyertakan 1.222 lelaki paruh baya yang mempunyai sekurang-kurangnya satu factor risio untuk penyakit kardiovaskular, seperti merokok, desakan darah tinggi, serta cholesterol tinggi.

Kelompok di bagi menjadi 2, yaitu kelompok intervensi yang di edukasi mengenai cara untuk meningkatkan kesehatan dan rajin olahraga serta menghentikan diri untuk tidak merokok. Dan kelompok yang 1 nya lagi disebut kelompok kontrol, mereka hanya ditinjau kesehatannya tanpa di edukasi. Namun yang berbeda, kelompok pertama cuma diberi waktu libur 3 minggu dalam setahun, sedangkan kelompok yang kedua punya waktu libur lebih dari kelompok 1, yaitu lebih dari 3 minggu.

Dan ternyata yang di dapat sungguh mengagetkan, kelompok pertama justru memiliki tingkat kematian 37 % lebih tinggi dibandingkan kelompok yang kedua, dalam artikan kemungkinan presentase Panjang umur jauh meningkat. Penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition, Health & Aging ini membuktikan bahwa liburan atau traveling mempunyai dampak yang begitu besar untuk kesehatan seseorang.

“Pria dengan liburan singkat akan bekerja lebih jauh dan istirahat lebih singkat dibanding mereka yang sering liburan. Pola hidup yang serba tekanan dan tuntutan mungkin telah menyampingkan setiap manfaat dari intervensi. Menurut kami intervensi itu juga memiliki efek priskologi yang merugikan pada orang-orang ini dengan membebankan tekanan di hidup seseorang,” jelas Profesor Timo Strandberg, salah satu peneliti, dikutip dari New York Post.

Penelitian lainnya berpendapat sama dengan peneliti sebelumnya. Penelitian dari Allianz Global Assistance Insurance menunjukkan bahwa mereka yang sering liburan berpeluang 23,3 persen untuk muncul gejala depresi. Sementara orang yang berfikir sebaliknya jutsru berpeluang 30,4 persen menjadi depresi. Serta gangguan pikiran lainnya.

Dalam survei dari Project memperlihatkan bahwa sepertiga karyawan di Amerika Serikat berkata bahwa mereka sangat tertekan.

“so..mengambil liburan adalah cara yang baik untuk Anda mengambil langkah jauh dari pekerjaan dan mengisi kembali energy agar lebih produktif saat bekerja kembali. ┬áJadi ketika kembali lagi di kantor, Anda merasa bersemangat berada di sana dan tentu saja anda akan menjadi pribadi yang lebih produktif,” kata penasihat karir senior di CareerBuilder.com, Michael Erwin. So.. tak ada salahnya kan saat ini mengepas pakaian dan mulai traveling, untuk mendapatkan kualitas kesehatan yang menunjang Panjang umur mu. : )